Cara Menghitung Desil

Desil

Desil adalah nilai-nilai yang membagi susunan data menjadi 10 bagian yang sama banyak. Dengan demikian nilai-nilai dari desil yaitu ke-1 (D1), desil ke-2 (D2), desil ke-3 (D3) dan seterusnya sampai D9.

Desil pada Data Tunggal

Penentuan nilai D1, D2, D3, dan seterusnya ditentukan oleh letaknnya, dengan rumus:

Rumus-Desil

dengan i = 1, 2, 3, …., 9 dan n adalah cacah data

Contoh:

Cari D1, D3, D5, dan D9 dari data berikut.

{10, 13, 9, 14, 17, 9, 21, 19, 19, 22, 35, 23, 25, 35, 35, 29, 43, 47}

Dengan n = 20, diperoleh:
D1 = data ke- 1/10 (20 +1)
= data ke- 2 1/10
= data ke-2 + 1/10 (data ke-3 – data ke-2)
= 9 + 1/10 (10-9) = 9,1

D3 = data ke- 3/10 (20+1)
= data ke- 6 3/10
= data ke- 6 + 3/10 (data ke-7 – data ke-6)
= 17 + 3/10 (19-17) = 17,6

D5 = data ke- 5/10 (20+1)
= data ke- 10 5/10
= data ke- 10 + 5/10 (data ke-11 – data ke-10)
= 22 + 5/10 (23-22) = 22,5

D9 = data ke- 9/10 (20+1)
= data ke- 18 9/10
= data ke- 18 + 9/10 (data ke-19 – data ke-18)
= 39 + 9/10 (43 – 39) 39 + 36/10 = 42,6
Sumber : http://rumus-mtk.blogspot.co.id/2012/10/mengenal-statistika-desil-pada-data.html

Penyajian Data Dalam Statistik

Penyajian Data adalah proses pengelompokan data yang data selanjutnya dapat dianalisa dan untuk penyusunan laporan. Penyajian data juga berguna agar para pengamat mudah memahami apa yang kita sajikan. Penyajian Data Statistik dalam Bentuk Tabel, Diagram Batang, Garis, Lingkaran, Tabel Distribusi Frekuensi, Relatif dan Kumulatif, Histogram, Poligon Frekuensi, dan Ogive. Ada dua cara penyajian data yang sering dilakukan, yaitu :

a) daftar atau tabel,
b) grafik atau diagram.

1. Penyajian Data dalam Bentuk Tabel
Tabel, yaitu kumpulan angka-angka yang disusun menurut kategori-kategori. Misalnya berat badan menurut jenis kelamin, jumlah pegawai menurut pendidikan, jumlah penjualan menurut jenis barang dan daerah penjualan, dll.

2.Grafik, yaitu gambar-gambar yang menunjukkan secara visual data berupa angka atau simbol-simbol yang biasanya dibuat berdasarkan data dari tabel yang telah dibuat. Tabel Ada berbagai bentuk tabel yang dikenal, yaitu :
1.Tabel satu arah (one way table)
2.Tabel dua arah (two way table)
3.Tabel tiga arah (Three way table)
4.Tabel satu arah (one way table)

2. Penyajian Data dalam Bentuk Diagram
Diagram adalah gambar yang menyajikan data secara visual yang biasanya berasal dari tabel yang telah dibuat. Meskipun demikian, diagram masih memiliki kelemahan, yaitu pada umumnya diagram tidak dapat memberikan gambaran yang lebih detail.

2.1. Diagram Batang
Diagram batang biasanya digunakan untuk menggambarkan data diskrit (data cacahan). Diagram batang adalah bentuk penyajian data statistik dalam bentuk batang yang dicatat dalam interval tertentu pada bidang cartesius.
Ada dua jenis diagram batang, yaitu
1. Diagram batang vertikal
2. Diagram batang horizontal

2.3. Diagram Lingkaran
Untuk mengetahui perbandingan suatu data terhadap keseluruhan, suatu data lebih tepat disajikan dalam bentuk diagram lingkaran. Diagram lingkaran adalah bentuk penyajian data statistika dalam bentuk lingkaran yang dibagi menjadi beberapa juring lingkaran.

3. Tabel Distribusi Frekuensi, Frekuensi Relatif dan Kumulatif, Histogram, Poligon Frekuensi, dan Ogive

3.1. Tabel Distribusi Frekuensi

Data yang berukuran besar (n > 30) lebih tepat disajikan dalam tabel distribusi frekuensi, yaitu cara penyajian data yang datanya disusun dalam kelas-kelas tertentu.

3.2. Frekuensi Relatif dan Kumulatif

Frekuensi yang dimiliki setiap kelas pada tabel distribusi frekuensi bersifat mutlak. Adapun frekuensi relatif dari suatu data adalah dengan membandingkan frekuensi pada interval kelas itu dengan banyak data dinyatakan dalam persen.

3.3. Histogram dan Poligon Frekuensi

Histogram merupakan diagram frekuensi bertangga yang bentuknya seperti diagram batang. Batang yang berdekatan harus berimpit. Untuk pembuatan histogram, pada setiap interval kelas diperlukan tepi-tepi kelas. Tepi-tepi kelas ini digunakan unntuk menentukan titik tengah kelas yang dapat ditulis sebagai berikut.

Titik tengah kelas = ½ (tepi atas kelas + tepi bawah kelas)

Poligon frekuensi dapat dibuat dengan menghubungkan titik-titik tengah setiap puncak persegipanjang dari histogram secara berurutan. Agar poligon “tertutup” maka sebelum kelas paling bawah dan setelah kelas paling atas, masing-masing ditambah satu kelas.

3.4. Ogive (Ogif)

Grafik yang menunjukkan frekuensi kumulatif kurang dari atau frekuensi kumulatif lebih dari dinamakan poligon kumulatif.

Untuk populasi yang besar, poligon mempunyai banyak ruas garis patah yang menyerupai kurva sehingga poligon frekuensi kumulatif dibuat mulus, yang hasilnya disebut ogif.

Ada dua macam ogif, yaitu sebagai berikut.

a. Ogif dari frekuensi kumulatif kurang dari disebut ogif positif.
b. Ogif dari frekuensi kumulatif lebih dari disebut ogif negatif.

Referensi :

Djumanta, W. 2008. Mahir Mengembangkan Kemampuan Matematika 2 : untuk Kelas XI Sekolah Menengah Atas / Madrasah Aliyah. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta. p. 250.

Sumber :
http://abdulsyahid-forum.blogspot.co.id/2009/03/penyajian-data-statistik.html