FISIOTERAPI PADA MALLET FINGER

FISIOTERAPI PADA MALLET FINGER

10340134_522803584527099_1106304133196006328_n

11156159_522803594527098_3278265693730617307_n

Mallet finger adalah kondisi cedera yang mengakibatkan ujung jari tangan tidak bisa bergerak lurus dan membutuhkan bantuan untuk meluruskannya. Dalam inspeksi fisioterapis dapat melihat dengan jelas ketidakmampuan pasien dalam meluruskan jarinya, disamping itu pasien akan mengeluh nyeri pada ujung jarinya dan nyeri tekan terjadi pada daerah ujung jari tangannya.
Pada jari tangan tidak ditemukan otot sama sekali, tangan bisa bergerak karena adanya tendon panjang yg melekat pada otot tangan. Jadi ketika otot tangan bekerja maka tendon tersebut akan menggerakkan pergelangan tangan dan tangan untuk melakukan gerakan. Pada bagian belakang tangan terdapat suatu tendon yang sangat panjang bernama extensor digitorum comunis. Ketika otot tangan bekerja maka tendon inilah yang bekerja untuk meluruskan jari tangan. Jadi jika tendon ini mengalami cedera atau rusak maka kemampuan untuk meluruskan jari tangan menjadi terganggu.
Mallet finger sering terjadi pada aktivitas bola/basket ball, misalkan pada saat striking pada basket ball maka tangan dipaksa untuk menekuk/mencengkeram sedangkan tangan yang lain bergerak lurus.
Treatment
Treatment pada mallet finger didasarkan pada seberapa derajad kerusakan tendon, dengan menggunakan MRI atau X-Ray maka akan diketahui tingkat keparahan tendon. Jika kerusakan tendon tanpa diikuti patah tulang jari maka pasien disarankan menggunakan splint mallet finger selama 8 minggu, hal ini bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada tendon untuk proses healing. Splint ini memposisikan jari agar tetap lurus untuk membantu memulihkan tendon yang rusak, setelah proses pemulihan 8 minggu selesai maka pasien disarankan tetap memakainya selama 1-2bulan untuk memastikan proses pemulihan terjadi (anjuran digunakan splint tersebut pada saat tidur malam).
Pemahaman untuk memakai splint sepanjang hari harus diedukasikan kepada pasien tak terkecuali ketika pasien ingin membersihkan atau mencuci jarinya maka posisi jari juga harus lurus. Jika pasien mengabaikan tentang posisioning tersebut maka cedera tidak akan pulih dan konsekuensinya pasien tersebut harus melakukan operasi untuk meluruskan jarinya.

Sumber : Fisioterapi All in one

ELBOW BURSITIS DAN PENANGANANNYA

ELBOW BURSITIS DAN PENANGANANNYA

11156152_523303034477154_8123222318308731513_n

Elbow bursitis atau student elbow atau olecranon bursitis adalah peradangan dan pembengkakan yang terjadi pada bursa yang terletak dibelakang siku. Bursa pada siku berfungsi untuk menghisap cairan yang berfungsi melumasi sendi agar antara satu tulang dengan tulang yang lain tidak saling bergesekan, bila terjadi peradangan ataupun pendarahan pada bursa maka bursa akan meradang dan menimbulkan nyeri dan pembengkakan. Elbow bursitis sering terjadi pada para pelajar karena aktivitas sehari-harinya yang kurang memperhatikan biomechaniks dan ergonomy. Pelajar sering melakukan berbagai aktifitas yang dapat menimbulkan gesekan berulang-ulang atau hantaman keras pada siku terutama pada saat aktivitas belajar mengajar yang sering menggunakan sikunya sebagai bantalan/samdaran dimeja.
Elbow bursitis bisa dicegah dengan memakai pad khusus untuk siku dalam melakukan olahraga yang rentan terhadap siku secara berulang-ulang seperti cricket, baseball ataupun sepakbola. Para pelajarpun disarankan menghindari gerakan yang memungkinkan menjadikan siku sebagai sandaran dimeja.

Treatment.
Jika terjadi peradangan pada siku maka pengaplikasian ice selama 10-15 menit sampai nyeri dan peradangan menghilang sangat disarankan. Terkadang dokter akan memberikan obat anti peradangan seperti ibuprofen. Jika peradangan bertambah besar biasanya dilakukan pengambilan cairan untuk menghisap cairan dengan memasukkan jarum pada bursa dan menghisapnya. Dalam beberapa kasus peradangan pada bursa siku yang parah, dokter akan mengimobilisasi siku atau memberikan suntikan steroid.

Sumber : Fisioterapi all in one

LATIHAN PADA FRACTURE TANGAN

LATIHAN PADA FRACTURE TANGAN

10570382_524207071053417_7965613884184305275_n

11022594_524207514386706_3076799603216472889_n

Secara anatomis banyak tulang-tulang kecil yang terdapat pada area tangan kita baik itu tulang yang berada pada pergelangan tangan maupun jari-jari tangan. Fungsinya yang sangat dominan dalam aktivitas sehari-haripun menjadikan tangan sangat rentan terhadap cedera ataupun patah tulang. Jika terjadi benturan yang kuat pada tulang maka tulang pada tangan akan mengalami keretakan atau patah tulang. Jika hal itu terjadi maka anda akan merasakan sakit, bengkak dan penurunan aktivitas sehari-hari. Untuk itu dokter akan mengimobilisasi tangan anda dengan gips agar proses healing pada tulang berjalan progress. Proses penyembuhan untuk tulang sangat berbeda antara pasien satu dengan yang lain, hal ini tergantung dari jenis patah tulangnya, sudut patah tulang ataupun masalah nutrisi yang dikonsumsi. Dokter akan memberikan appointment X-ray untuk memonitoring proses healing anda. Jika dirasa tulang telah stabil maka dokter akan segera menyuruh anda melakukan latihan pada tangan untuk mengurangi nyeri, meningkatkan luas gerak dan mengembalikan fungsinya seperti sedia kala.
Disini ada beberapa macam latihan ringan yang bisa anda lakukan dirumah untuk mengurangi kekakuan dan meningkatkan fungsi tangan,
diantaranya adalah :

1. Towel wring
Latihan ini berfunsi untuk meningkatkan kekuatan dan kelenturan otot-otot tangan. Caranya ambil handuk kecil, gengam handuk tersebut dan putarlah kedepan dan kebelakang sebisa tangan anda. Lakukan sepuluh kali gerakan tersebut kemudian istirahat 15 detik lalu ulangi gerakan tersebut 2-3 kali. Jika anda tidak kesulitan melakukannya maka basahi handuk tersebut dengan air kemudian lakukan gerakan seperti diatas. Dengan dicelupkan handuk ke air berarti meningkatkan berat dari handuk sehinga dapat meningkatkan kekuatan otot tangan.

2. Wrist roll
Latihan ini bertujuan untuk meningkatkan luas gerak sendi pada tangan. Caranya sangat mudah letakkan kedua siku diatas meja kemudian tangan yang sehat memegangi tangan yang sakit/ mempertahankan tangan yang sakit agar tangan yang sakit stabil. Kemudian gerakkan tangan anda memutar seperti membentuk sebuah jam. Ulangi gerakkan tersebut selama sepuluh kali kemudian istirahar 15 detik dan lakukan gerakan tersebut 2-3 kali.

3. Grasping
Setelah dimobilisasi lama karena patah tulang maka fungsi tangan untuk menggenggam sesuatu menjadi berkurang. Cara latihannya sangat mudah letakkan beberapa obyek kecil sampai obyek besar/sesuai dengan berapakah lebar tangan anda diatas meja (misalkan bola bekel sampai bola tenis) kemudian genggam erat bola tersebut dimulai dengan bola yang besar ke bola yang kecil, ulangi 10 kali dan lakukan 2-3 kali pengulangan gerakan dengan istirahat 15 detik.

4. Prayer streetch
Latihan ini membantu meningkatkan elastisitas otot, meningkatkan luas gerak sendi dan meningkatkan kekuatan otot. Caranya sangat mudah letakan telapak tangan kanan menempel pada telapak tangan kiri, kemudian tekuk siku 90 derajad lalu dengan kekuatan yang sama dorong
kedua tangan berlawanan arah. (posisi tangan seperti budha sedang berdoa) dan relaks. Ulangi gerakan tersebut sepuluh kali dan lakukan 2-3 kali dengan istirahat pada setiap gerakan selama 15 detik.

Sumber : Fisioterapi all in one

TARSAL TUNNEL SYNDROME

TARSAL TUNNEL SYNDROME

11146206_524454444362013_8015821865454901544_n

Tarsal tunnel syndrome adalah nyeri pada kaki yang disebabkan oleh tertekannya syaraf tibial posterior yang mana posisi dari syaraf tersebut melintasi terowongan tarsal yang letaknya tepat di bawah tulang di bagian dalam pergelangan kaki.
Gejala yang sering dirasakan oleh pasien adalah nyeri seperti terbakar atau nyeri yang menjalar pada daerah lengkungan kaki sampai ke tungkak bahkan kadang pasien merasakan nyeri sampai ke ibu jarinya. Nyeri seperti tertusuk atau kesemutan biasanya dirasakan pada seluruh telapak kakinya, nyeri akan bertambah bila melakukan aktivitas lari atau berdiri terlalu lama, terkadang nyeri bertambah ketika malam hari. Nyeri tekan positif pada pasien di area maleolus medialis. Untuk memastikannya fisioterapis dapat menggunakan tinels test untuk mendiagnosis tarsal tunnel syndrome.
Tarsal tunnel syndrome terjadi bila syaraf tibial posterior yang terletak pada pergelangan kaki terjebak atau tertekan, faktor yang membuat syaraf tersebut tertekan adalah gerakan overpronation (menggerakan rotasi kaki kedalam). Tetapi terkadang tarsal tunel syndrome terjadi oleh karena kasus osteoarthritis, rheumatoid arthritis, tenosinovitis dan lain-lainnya.
Treatment
Segera berhenti melakukan aktivitas yang dapat menimbulkan nyeri dan aplikasikan cold therapy pada fase akut bila timbul nyeri dan pembengkakan. Cold therapy dapat dilakukan selama 15 menit dan lakukan 2 sampai 3 kali dalam sehari. Setelah nyeri dan pembengkakan hilang maka latihan penguatan dan penguluran harus segera dilakukan untuk mengembalikan fungsi seperti semula.
Konsultasikan ke fisioterapis tentang biomechanics yang benar pada kaki anda
Studi tentang syaraf dapat menentukan tentang letak dan dimana daerah yang mengalami penekanan, X-ray atau MRI dapat dijadikan alat untuk mendeterminasikan dengan penyakit lain seperti arthritis atau cyst.

Sumber : Fisioterapi all in one

Jatuh Cinta vs Bangun Cinta

Cinta adalah kekuatan…
Yang mampu merubah duri menjadi mawar…
Mengubah Cuka menjadi anggur…
Mengubah malang menjadi untung…
Mengubah sedih menjadi riang…
Mengubah sakit menjadi sehat…
Mengubah bakhil menjadi dermawan…
Mengubah kandang menjadi taman…
Mengubah penjara jadi istana…
Mengubah Amarah menjadi marah…
Mengubah musibah jadi muhibbah…
Itulah makna cinta… (Ayatul Husna)


Bicara mengenai cinta tidak akan pernah ada habisnya. Cintalah yang membuat terciptanya alam dan semesta ini untuk dipersembahkan kepada makhlukNYA, yang dipercaya untuk mengolahnya secara adil dan bijaksana. Cinta yang membuat Rasulullah mengucapkan kata-kata terakhir “ummati…ummati…ummati”. Cinta yang membuat Bilal, tetap mempertahankan Islamnya, sebagai bukti kecintaannya pada ALLAH dan rasul-Nya.

Cinta menempati tempat tertinggi pada hati manusia. Jatuh cinta, adalah fitrah manusia yang tak akan bisa dihindari. Setiap orang pasti pernah merasakannya. Banyak hal yang ditimbulkan karena jatuh cinta. Jatuh cinta menurut Salim A Fillah, “Suatu hal yang lumrah, sesungguhnya kita sedang mengecek tanahnya layak atau tidak, untuk membangun sebuah pondasi lalu akan kita kokohkan dengan didirikannya sebuah bangunan di dalamnya (bangun cinta)”. Jika tanahnya tidak memenuhi syarat jangan dirikan sebuah pondasi apalagi bangunan di dalamnya. Bangun cinta berarti kita telah siap mengelola rasa jatuh cinta untuk dikelola dengan baik menuju ridha ALLAH SWT. Cinta yang tertinggi kepada Sang Pemberi Cinta yakni ALLAH SWT. Cinta kepada ALLAH yang membuat kita menjalankan perintahNYA dan menjauhi laranganNYA. Cinta kepada Rasulullah yang membuat kita menjalankan sunnah-sunnahnya. Dan cinta kepada keluarga yang membuat kita terus ingin membuat mereka bangga. Banyak hal yang dapat diubah oleh cinta.

Ada 4 pilar dalam membangun cinta. Agar cinta kita layak ditumbuhkan agar cinta kita tidak menuai bencana bagi kita ataupun orang lain. Agar cinta kita berbuah manis.

Visi dalam membangun cinta

– Cinta harus memiliki visi. Cinta harus memiliki tujuan. Cinta bukanlah sebuah penderitaan yang tak pernah berakhir. Kita harus menghijrahkan cinta agar penderitaan itu berakhir. Untuk itulah visi dalam membangun cinta harus kita bangun.

– Seperti cintanya seorang wanita yang sangat mulia, yang diuji dengan seorang suami yang sangat sewenang-wenang dan memaksa istrinya untuk keluar dari agama Islam. Dipaksa untuk menarik kembali kata-katanya ketika dia meyakini bahwasanya dia beriman kepada ALLAH SWT. Pada akhirnya wanita mulia ini digantung oleh suaminya sendiri demi mempertahankan keislamannya. Namun wanita mulia ini tersenyum .Karena pada detik-detik terakhir, malaikat Jibril memperlihatkan bayangan yang indah untuknya sebuah rumah di syurga yang terbuat dari mutiara-mutiara indah yang khusus dipersembahkan untuknya. Asiyah binti Muzahim suami Firaun adalah wanita mulia itu. Asiyah memohon pada ALLAH. “Ya ALLAH bangunkanlah sebuah rumah untukku di Syurga, karena aku tak bisa membangun cinta di dunia dikarenakan suamiku”.

Ada lagi visi seorang wanita yang dinikahi oleh sahabat Rasulullah. Wanita tersebut masih belia berumur 18 tahun. Dan dinikahkan oleh Rasulullah dengan sahabatnya sendiri yang berumur 78 tahun. Namun sahabat ini kaget ketika calon istrinya masih sangat belia dan cantik rupawan. Seketika itu sahabat ini, mengajukan pertanyaan “apakah kau mau menikah dengan laki-laki yang seharusnya kau anggap sebagai kakekmu, lihat rambut ku sudah dipenuhi uban? Pertanda aku sudah tua. Wanita ini menjawab “Biarlah masa mudamu kau habiskan untuk berjuang bersama dengan Rasulullah, namun izinkan aku untuk mendapatkan sisanya di masa tuamu. Hasil pernikahan ini menghasilkan 3 orang anak dan akhirnya sahabat ini meninggal di usia 83 tahun. Sahabat ini bernama Utsman Bin Affan dan istrinya bernama Nayla. “Tidak akan ada yang bisa menggantikan posisi Utsman di hatiku, meskipun ia telah tiada”.

Buatlah visi mu dalam membangun cinta “Aku mencintaimu karena ALLAH, dengan cara yang diridhai ALLAH, dalam rangka menuju ridha ALLAH”

Emosi dalam membangun cinta

Setelah membangun visi dalam cinta. Yang harus dilakukan berikutnya adalah bagaimana mengelola emosi dalam cinta. Emosi adalah hal yang sulit dipisahkan dari cinta. Banyak yang bilang bahwasanya cemburu adalah tanda cinta. Bahkan perasaan benci pun menjadi pertanda cinta kepada seseorang.

“Jika kamu mencintai sesuatu, cintailah ia seperlunya saja, jika kamu membenci sesuatu bencilah seperlunya saja. Bisa jadi hal yang kamu benci akan kamu cintai suatu hari ataupun sebaliknya. Seorang mukmin yang sedang jatuh cinta akan menghasilkan 2 macam energi yakni energi positif dan energi negatif. Semuanya tergantung kita mau mengelola energi itu ke arah yang baik atau buruk. Jangan terjebak cinta lokasi, dunia ini begitu luas, yang terpenting tingkatkan kualitas diri untuk mendapat yang sesuai dengan kita. Seperti kisah ALI bin Abi Thalib yang mencintai Fatimah dalam diam. Cinta yang tersembunyi di dalam hati. Cinta yang menurutnya tak mungkin untuk terwujud mengingat Ali adalah sahabat yang paling kurang dari finansial dibanding sahabat yang lain. Namun Fatimah ternyata memilih Ali dibanding sahabat rasul yang lain.

Spiritual /nurani dalam membangun cinta

Cinta tidak harus memiliki. Jika kita saat ini berada di sekitar orang-orang yang kita cintai sesungguhnya itu bukanlah kepemilikan kita, itu semua hanya amanah yang datangnya dari ALLAH SWT. Kita hanya diuji untuk memberikan cinta yang tulus dan terbaik untuk orang di sekitar kita. Seperti kisah seorang Salman Al-Farisi yang minta tolong pada Abu Darda untuk mengkhitbah wanita madinah. Namun wanita tersebut menyukai Abu Darda dibanding dengan Salman itu sendiri. Namun, Salman tidak pernah kecewa, Salman malah mendukung Abu Darda dengan memberikannya mahar yang telah disiapkannya untuk pernikahannya dengan wanita tersebut.

Itulah Nurani, yang melihat segala macam keadaan dengan tenang dan tidak mengedepankan nafsu bahkan emosi.

Disiplin dalam membangun cinta

“Disiplin dalam cinta adalah ketaatan yang terjaga. Menyingkirkan semua ego ketika ALLAH dan Rasul-Nya menurunkan titahnya. Seperti luluhnya sifat keras Umar tatkala perjanjian hudiabiyah,patuhnya Hudzaifah menyelusup ke kawanan Quraisy di tengah malam yang dingin.” (Jalan Cinta Para Pejuang, Salim)

Itulah disiplin dalam cinta, mampu menahannya sampai akan tiba saatnya. Karena semuanya akan indah pada waktunya.

Sumber : Jatuh Cinta vs Bangun Cinta

Kekayaan: Antara Yang Terpuji dan Tercela

Mungkin semua sepakat bahwa kekayaan adalah hal yang menarik, yang diinginkan dan didambakan oleh hampir semua orang. Akan tetapi siapa sangka bahwa ternyata tidak semua jenis dan kondisi kekayaan, kebercukupan, dan keberadaan adalah hal yang terpuji. Al-Qur’an ternyata menunjukkan bahwa Allah tidak selalu berpihak apalagi memuji orang kaya.

Dalam ayat al-Qur’an dan hadits Nabi saw kita temukan dua istilah yang berarti kekayaan. Ada istilah ghina (kaya) ada istilah tarof (mewah). Keduanya menunjukkan makna kekayaan, kebercukupan dan keberadaan. Tapi nash-nash al-Qur’an dan as-Sunnah punya sikap yang berbeda dengan kedua istilah tersebut.

Dalam al-Qur’an pemakaian akar kata ghina jarang dipakai untuk konteks mengecam. Al-Qur’an memakai kata ghaniyy untuk mengungkapkan sifat Allah Yang Maha Kaya. Sedangkan untuk manusia Allah memakai bentuk jamak (aghniya’) yaitu orang-orang kaya, seperti di surat al-Baqarah ayat 273, Ali Imran 181, dan at-Taubah 93 semuanya dalam bentuk nakirah (indefinite) dan dalam surat al-Hasyr ayat 7 dalam bentuk ma’rifah (definite). Dalam ayat-ayat tersebut Allah tidak menganggap kekayaan sebagai sesuatu hal yang tercela. Di Ali Imran 181 Allah swt mengecam orang-orang Yahudi mengaku kaya dan mengatakan Allah fakir, subhanallah!!! Kekayaan itu sendiri tidak dipermasalahkan tetapi kesombongan dan keangkuhan mereka yang Allah swt kecam. Di surat at-Taubah 93 Allah swt mengecam orang-orang yang tidak ingin berjihad padahal mereka berkecukupan dan mampu untuk berjihad. Kekayaan di sini justru menjadi sarana yang mengharuskan untuk berjuang. Selain kedua ayat tadi Allah swt menyebutkan kata aghniya’ dengan netral.

Kalau kita lihat hadits Nabi saw kita akan temukan sikap yang sama terhadap ghina dan akar katanya. Rasulullah saw bahkan memuji kondisi kaya dalam banyak hal misalnya dalam hadits riwayat imam Muslim:

خير الصدقة ما كان عن ظهر غنى ، واليد العليا خير من اليد السفلى وَابْدَأْ بِمَنْ تَعُولُ

“Sedekah terbaik adalah yang dikeluarkan dalam keadaan cukup (kaya), dan tangan di atas lebih baik dari tangan di bawah, dan mulailah dari keluargamu.” (HR Muslim)

Dalam hadits ini Rasulullah saw memuji kondisi kebercukupan dan bahwa sedekah sebaiknya dilakukan ketika seseorang dalam keadaan mampu. Lebih jauh lagi Rasulullah saw menyatakan bahwa yang memberi lebih baik dari yang hanya menerima. Dan itu adalah pujian bagi kondisi kaya.

Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Sa’d bin Abi Waqqash, Rasulullah saw bahkan mengatakan bahwa kondisi kaya bagi ahli waris lebih baik dari kondisi miskin tak berdaya. Rasulullah saw bersabda kepada Sa’d:

إنك إن تترك ورثتك أغنياء خير من أن تتركهم عالة يتكففون الناس

“Sesungguhnya jika engkau meninggalkan ahli warismu dalam keadaan kaya lebih baik dari pada engkau tinggalkan mereka miskin meminta-minta kepada orang.” (HR al-Bukhari dan Muslim)

Meskipun juga Rasulullah saw tidak mengajarkan kita untuk menjadi materialistis, menganggap bahwa kekayaan materi adalah segalanya. Rasulullah saw berkata bahwa

ليس الغنى عن كثرة العرض ، إنما الغنى غنى النفس

“Kekayaan bukanlah dengan banyaknya materi tetapi kekayaan adalah kekayaan jiwa.” (HR al-Bukhari dan Muslim).

Rasulullah saw mengecam kekayaan ketika kekayaan mendorong orang untuk berbuat dan bersikap melebihi batas. Dalam hadits riwayat a-Turmudzi Rasulullah saw mencela ghinan muthghiyan yang berarti kekayaan yang membuat seseorang menjadi berlebih-lebihan.

Itu tadi tentang istilah ghina, bagaimana dengan istilah tarof? Kita temukan dalam al-Qur’an bahwa orang-orang yang mutrof (bermewah-mewahan) selalu dikecam.

Kata tarof dan akar katanya disebutkan tiga kali dalam al-Qur’an dan ternyata semua bernada mengecam.

Kita lihat bagaimana surat al-Waqi’ah berbicara tentang “golongan kiri” yang merupakan penduduk neraka. Di ayat 45 Allah menyebutkan sifat mereka:

“Sesungguhnya mereka sebelumnya (ketika di dunia) adalah orang yang bermewah-mewahan.” (QS. Al Waqi’ah: 45)

Secara kasat mata kita juga dapat melihat kebanyakan orang-orang yang tenggelam dengan dosa dan kemaksiatan adalah orang-orang yang terlena dengan kekayaan harta sehingga mereka lalai bahwa kehidupan yang sebenarnya adalah kehidupan akhirat.

Kita baca lagi surat al-Israa’, dalam ayat ke 16 Allah swt berfirman:

“Dan jika Kami ingin menghancurkan sebuah negeri, Kami perintahkan orang-orang yang bermewah-mewahan dari mereka sehingga mereka berbuat dosa di negeri itu, lalu mereka berhak mendapakan ketentuan (azab), dan Kami hancurkanlah negeri itu sehancur-hancurnya.” (QS. al-Israa': 16)

Ayat ini berbicara tentang sebuah sunnatullah, yang berlaku pada setiap kondisi yang analog. Bukan hanya pada kasus tertentu. Karena itu Allah swt memakai kata “Idza” (jika) yang berarti syarat dari sebuah proses sebab akibat.

Allah swt menyatakan bahwa proses kehancuran sebuah komunitas dimulai ketika elit masyarakatnya berbuat fasiq. Jika kefasikan bermula dari elitnya maka akan dengan mudah menyebar, ditiru atau ditularkan kepada seluruh masyarakat. Dan akhirnya merajalela kemaksiatan yang berakibat pada kehancuran komunal, tidak terbatas pada orang-orang tertentu saja.

Dalam surat Hud juga ditemukan bagaimana pengaruh orang-orang yang bermewah-mewahan itu. Allah swt berfirman pada ayat 116:

“Dan orang-orang yang zhalim mengikuti kemewahan yang ada pada mereka. Dan mereka adalah orang-orang yang berdosa.” (QS. Hud: 116)

Ayat tersebut berbicara tentang perilaku orang-orang terdahulu di mana sulit ditemukan orang-orang yang mau melarang kemungkaran. Hal itu diperparah dengan kenyataan bahwa orang-orang kaya lebih suka memikirkan kekayaannya dan tenggelam dalam kemewahan dan kenikmatan duniawi sesaat.

Dari sini secara umum kita bisa melihat perbedaan antara kekayaan yang terpuji dan kesejahteraan yang layak diperjuangkan, dengan kemewahan dan kehidupan glamour yang tidak dipuji bahkan dikecam oleh al-Qur’an.

Layak untuk direnungkan bagi kita terutama bangsa Indonesia yang sedang berjuang meraih kesejahteraan agar menyadari bahwa capaian materi yang diajarkan oleh Islam bukanlah kehidupan yang glamour dan berfoya-foya. Al-Qur’an membedakan antara kekayaan yang terpuji dengan kemewahan yang tercela.

Lantas apa makna pembedaan itu? Mengapa perlu dibedakan?

Maknanya adalah Allah swt membolehkan bahkan mendorong adanya kekayaan bukan untuk dinikmati didunia ini semata-mata. Tetapi untuk diberikan kepada yang berhak, diinfakkan pada hal-hal yang bermanfaat bagi kepentingan umum, untuk membela agama dan negara, serta tujuan-tujuan mulia lainnya. Sedangkan kekayaan yang hanya digunakan untuk berfoya-foya dan bahkan untuk menyombongkan diri, adalah bencana yang hanya mencelakakan sang pemiliknya saja.


Perilaku-perilaku Tarof

Al-Qur’an juga memberikan beberapa ilustrasi tentang perilaku yang Allah swt benci dalam bersikap terhadap harta.

Pertama, Menganggap Kekayaan sebagai Simbol Kemuliaan

Di antara perilaku yang Allah swt kecam dalam berinteraksi dengan harta adalah menganggap bahwa harta yang banyak berarti kemuliaan di sisi Allah. Allah swt berfirman dalam surat al-Fajr:

“Adapun manusia apabila Tuhannya mengujinya lalu dimulaikan-Nya dan diberi-Nya kenikmatan maka dia berkata, “Tuhanku telah memuliakanku. Adapun bila Tuhannya mengujinya lalu dibatasi rejekinya maka dia berkata, ‘Tuhanku telah menghinakanku’. Sekali-kali tidak (demikian)!” (QS al-Fajr: 15-17)

Allah swt secara tegas menyalahkan persangkaan orang bahwa harta adalah ukuran kemuliaan. Karena memiliki sesuatu tidak berarti apa-apa, jika tidak bermanfaat bagi orang lain. Kepemilikan itu bukanlah kepemilikan hakiki, hanya sekedar titipan yang harus diberikan kepada yang berhak.

Kedua, Bangga dengan Konsumerisme Yang Berlebihan

Di antara perilaku tarof yang Allah swt kecam adalah berbangga dengan tingkat konsumsi yang tinggi. Allah swt menyindir orang yang seperti ini di dalam surat al-Balad: 6.

“Dia mengatakan, ‘Aku telah menghabiskan harta yang banyak.” (QS al-Balad: 6)

Kita banyak temukan sikap-sikap seperti ini pada orang-orang yang menganggap bahwa prestise dan image positif dibentuk dengan fasilitas-fasilitas yang mewah, tingkat konsumsi yang tinggi, dan penampilan yang wah. Padahal harta dalam pandangan Allah swt adalah cobaan yang akan dipertanggung jawabkan nanti di akhirat, dari mana mendapatkannya dan untuk apa dipergunakannya. Tidak ada sama sekali pertanyaan berapa kamu menghasilkan harta?

Ketiga, Merendahkan Orang Miskin

Di antara sikap-sikap tercela mengenai kekayaan adalah bukan hanya berbangga dengan kekayaan diri bahkan juga menganggap rendah orang yang lebih sedikit harta. Dalam surat al-Kahfi Allah swt bercerita tentang dua sahabat yang berbeda tingkat ekonominya. Allah swt berfirman:

“Dan berikanlah untuk mereka perumpamaan dua orang yang Kami berikan kepada salah seorang dari mereka dua kebun anggur dan Kami kelilingi dua kebun itu dengan pohon-pohon korma dan Kami jadikan di antara dua kebun itu ladang. Kedua kebun itu menghasilkan buahnya dan kebun itu tidak berkurang hasilnya sedikitpun, dan Kami alirkan sungai di celah-celah kebun itu. Dan dia mempunyai hasil yang besar, lalu berkatalah dia kepada kawannya ketika bercakap-cakap dengannya, ‘Hartaku lebih banyak dari hartamu, dan orang-orangku lebih kuat.’ (QS al-Kahfi: 32-34).

Keempat, Tidak Berusaha Menolong Orang Miskin

Perilaku buruk lain yang sering dikecam al-Qur’an adalah ketidakpedulian terhadap orang-orang miskin. Kita bisa temukan kecaman al-Qur’an dalam hal ini misalnya pada surat al-Haqqah ayat 34, al-Ma’un ayat 3, al-Fajr ayat 17, an-Nisa ayat 37, al-Hadid 24.

Kelima, Memamerkan Kekayaan di Hadapan Orang Miskin

Di antara perilaku orang kaya yang dicela al-Qur’an adalah memamerkan kekayaan dan membanggakan penampilan materi, sebagaimana Allah swt ceritakan tingkah Qarun dalam surat al-Qashash dari ayat 79. Di dalam ayat-ayat tersebut Allah swt menggambarkan betapa Qarun yang begitu kaya raya itu bertingkah sombong dan pamer kekayaan.

Keenam, Menyandarkan Kekayaan kepada Kemampuan Pribadi

Perilaku lain yang dikecam al-Qur’an terkait kekayaan adalah mengkalim bahwa kekayaan dihasilkan semata-mata karena kemampuan pribadi. Sebagaimana Qarun dengan congkak mengatakan bahwa kekayaannya adalah karena ilmu yang ada padanya (QS. al-Qashash ayat 78). Juga dalam surat az-Zumar Allah swt menegur manusia yang jika diberi nikmat dia mengatakan bahwa hal itu semata dikarenakan karena kelebihan yang ada pada dirinya. Sikap yang benar yang harus dilakukan manusia adalah sikap yang dicontohkan oleh Nabi Sulaiman as yang mengatakan ketika mendapatkan nikmat, beliau mengatakan, ”Hadza min fadhli rabbi liyabluwani a’asykuru am akfur. Ini adalah karunia Tuhanku untuk mengujiku, apakah aku bersyukur atau ingkar.” QS. An Naml : 40.

Harta pada hakekatnya hanyalah cobaan yang harus dipertanggung jawabkan, bukan kebanggaan yang harus dikejar. Allahu A’lam.[]

Sumber: Kekayaan: Antara Yang Terpuji dan Tercela

Beginilah Islam Mengajarkan Cinta

Cinta, Cinta, dan Cinta…
5 huruf yang selalu menghapuskan kesedihan
1 kata yang selalu membangkitkan semangat juang
Cinta, Cinta, dan Cinta…
Tak ada habisnya jika kita berbicara cinta, apalagi bagi engkau yang masih muda
Seakan cinta menjadi magnet yang kuat dalam hidup ini…

- Saudaraku, ternyata Islam mengajarkan ilmu tentang Marotibul Mahabbahatau tingkatan prioritas cinta. Ya, agar tak asal karena cinta dan tak asal melekatkan cinta, maka agama yang tercinta ini tak asal pula mengajarkan cinta kepada umatnya.

Apapun segala sesuatu tentang cinta maka Allah menjadi puncak tujuan dari segalanya. Tak ada lagi tawar-menawar untuk cinta yang satu ini. Beribadah dan mencintai dengan sepenuh hati, berserah diri, selalu ingin terus mengingat-Nya.

“(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah.  Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram” (QS. Ar Ra’d:28)

Tak ada lagi keraguan di dalam firman-Nya. Inilah kita yang wajib menghamba pada sang Maha Kuasa, Maha Perkasa lagi Bijaksana.

Maka Allah ghayatuna (Allah tujuan kami) menjadi harga mati untuk ditegakkan.

Setelah memenuhi yang pertama, maka senantiasa persiapkanlah diri untuk mencintai yang kedua, Rasulullah SAW. Sosok teladan, yang seakan-akan tidak ada yang tidak patut diteladani dari diri beliau. Suami yang bijaksana, ayah yang penuh dengan kasih sayang, guru teladan yang terampil, wirausaha yang sukses, pemimpin negara yang adil…sungguh mengagumkan. Maka tak ada kata tidak bagi kita untuk mengekspresikan cinta ini pada beliau. I’tibba rasul, mengikuti sunnahnya, menjalankan apa yang diberikan Allah melalui ajaran beliau, namun tidak mengkultuskannya layaknya nabi ‘Isa yang dikultuskan oleh Nasrani. Rasulullah sadar bahwa dirinya hanyalah manusia yang nyawanya pun ada dalam genggaman Allah Ta’ala, maka beliau pun menegur saat kaumnya memperlakukannya secara berlebihan, hanya sekadar untuk mengikuti, tidak untuk menghambakan diri.

“Katakanlah (Muhammad): “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (QS Ali Imran: 31)

Maka Sirah Rasulullah menjadi bacaan yang tak boleh tertinggalkan dan amalan sunnah menjadi amalan yang tak boleh terlupakan.

Selanjutnya ada kaum Muslim yang menjadi tempat ketiga untuk mencintai. Ukhuwah, ukhuwah, dan ukhuwah, adalah bentuk cinta antar kaum Muslim. QS Al Hujurat ayat 10 menjadi hujjah yang indah juga menjadi pengingat bahwa memang persaudaraan yang dibingkai keimanan itu begitu mempesona. Di kala ada perselisihan, maka yang lainnya wajib untuk mendamaikan. Di kala ada kegembiraan, maka yang lainnya wajib untuk ikut bersyukur. Di kala ada kesedihan, maka yang lainnya wajib untuk mendoakan. Di kala ada kesulitan, maka yang lainnya wajib untuk membantu. Subhanallah…kekuatan mana lagi yang paling indah selain persaudaraan antarmuslim ini.

Maka irilah kaum Yahudi dan Nasrani melihat ukhuwah ini, dan tak henti-hentinya niat untuk menghancurkan Islam hanya dengan satu cara, merebut lalu membagi wilayah kekuasaan Islam menjadi kecil-kecil, kemudian mengadu-domba, pecah, dan akhirnya saling bermusuhan.

Astaghfirullah, padahal tanah air muslim itu adalah di mana pada satu jengkal tanah saja dalam satu wilayah masih ada manusia yang menyembah dan mengagungkan Rabbnya, Allah Ta’ala, maka wilayah itulah yang wajib kita perjuangkan. Tak ada lagi yang namanya batas kenegaraan, tak ada lagi yang namanya belenggu kebangsaan, ras ataupun suku. Dan inilah bentuk nasionalisme yang seharusnya untuk seorang muslim.

Maka ucapan salam sesama muslim menjadi bentuk doa pemersatu yang tak boleh terlewatkan.

Apakah hanya Muslim?

Hebatnya adalah tidak! Sesama manusia merupakan tujuan bentuk cinta yang keempat. Dan inilah DAKWAH, bentuk kita dengan cara yang lain kepada sesama makhluk yang diciptakan setelah malaikat dan jin, sesama makhluk yang menerima amanah setelah gunung dan seisi bumi pun menolaknya. Inilah DAKWAH, mengajak mereka pada kebenaran, pada illah satu-satunya, Allah Ta’ala. Bahkan jihad fii sabilillah tak terkecuali menjadi bentuk DAKWAH pada sesama manusia saat kemungkaran terjadi, saat kezhaliman terlihat, saat ketidakadilan terasakan. Karena kita sesama manusia, maka dakwah menjadi pengingat bahwa siapa sebenarnya manusia itu, yang hina dan tak ada apa-apanya di hadapan Allah ta’ala. DAKWAH-lah mulai dari hal yang kecil, mulai dari yang terdekat, dan mulai dari sekarang.

Maka hidup dalam kerukunan dan toleransi tepat pada tempatnya menjadi ikatan yang tak boleh terputuskan.

Dan ternyata, pada makhluk tak bernyawa, yaitu benda, kita pun diajarkan untuk menyalurkan cinta ini. Benda yang dimanfaatkan untuk kebaikan, tidak untuk sia-sia, cukup menjadi ekspresi cinta pada prioritas yang kelima.

Maka memelihara dan berbagi sesuatu benda untuk kebaikan menjadi tindakan nyata mensyukuri apa yang Allah ciptakan.

Inilah CINTA wahai saudaraku, dan terlebih ingatlah jika saat CINTA ini tidak pada prioritas yang semestinya, maka QS At Taubah: 24 menjadi peringatan yang terbaik untuk kita.

Katakanlah: “Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, istri-istri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya dan (dari) berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya.” Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik.

Ya, tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya, Maha Indah Allah dengan segala susunan kata-kata-Nya dalam Al-Qur’an yang selalu baik dalam menegur makhluk-Nya. Ketetapan Allah menjadi keputusan yang tidak akan terelakkan nantinya. Dan tak ada daya dan upaya bagi kita untuk dapat menghindari-Nya.

Ayo kita isi waktu-waktu yang ada dengan menjalankan prioritas cinta ini sesuai dengan tingkatannya. Teruslah kita membiasakan diri, untuk mengevaluasi cinta kita yang bersemayam di hati, agar cinta tak salah pada tempatnya. Tak lupa, segeralah mengubah cinta menjadi kata kerja, agar cinta tak menjadi rasa semata, tapi ekspresi nyata yang menggugah selera hidup.

 


Indahnya cinta kawan,
Kau rugi jika tidak merasakan cinta,
Kau sesal jika tidak mendapatkan cinta,
Kau salah jika tidak mengekspresikan cinta
Kau akan segera bersedih hati jika tidak mengamalkan cinta
 
Dan untukmu wahai punggawa dakwah…
Kita akan bertemu dan disatukan pada
Jalan Cinta Para Pejuang

Sumber : Beginilah Islam Mengajarkan Cinta

 

Tanda-Tanda Orang yang Sedang Jatuh Cinta

Orang yang sedang merasakan cinta kepada seseorang akan nampak perasaan cinta itu pada sifat dan perbuatan anggota badannya. Rasa cinta yang bersemayam dalam hati akan melahirkan tindakan-tindakan yang mencerminkan apa yang sedang dirasakan oleh hatinya.

Rasa cinta mempunyai tanda-tanda pada diri seseorang. Berikut ini beberapa tanda cinta yang akan nampak pada diri seseorang yang sedang jatuh cinta.

1. Senantiasa menghujamkan pandangan mata kepada orang yang dicintainya

Mata adalah pintu hati, ia juga merupakan pengungkap isi hati dan penyibak rahasia-rahasianya. Maka tak heran jika engkau saksikan pandangan orang yang jatuh cinta tertuju kepada orang yang dicintainya ke manapun ia pergi.

Sebagaimana ungkapan sebuah syair:
Pandangan mataku terikat pada gerakmu
Meski tubuhku terdiam membeku
Namun pandanganku senantiasa mengikutimu

2. Malu-malu jika orang yang dicintainya memandangnya

Salah satu tanda cinta adalah dirinya malu-malu bila dipandang oleh orang yang dicintainya. Untuk itu ia hanya bisa memandang ke bawah, ke permukaan tanah, karena dia merasa sungkan kepada orang yang dicintainya, karena didorong perasaan malu kepadanya, dan karena adanya keagungan kedudukan orang yang dicintainya di dalam hatinya.

Sebagaimana ungkapan sebuah syair:
Hujaman tombak niscaya kan bisa kuhadang
Namun, hujaman pandanganmu membuatku tak berdaya
Karna pandanganmu lebih tajam dari ujung tombak
Dan lebih cepat dari lesatan anak panah

3. Senantiasa menyebut nama orang yang dicintainya

Di antara tanda-tanda cinta yang menunjukkan seseorang jatuh cinta kepada orang yang dicintainya adalah dia senantiasa menyebut orang yang dicintainya, selalu mengingatnya, dan membicarakannya. Barangsiapa yang mencintai seseorang maka sudah pasti dia banyak mengingatnya di dalam hati dan menyebut namanya dengan lisannya.

4. Selalu taat terhadap perintah sang kekasih

Salah satu tanda cinta yaitu selalu taat terhadap perintah sang kekasih, mendahulukan kehendak sang kekasih daripada kehendaknya sendiri. Bahkan, tanda cinta ini adalah penyatuan kehendak orang yang mencintai dengan orang yang dicintai.

5. Memperhatikan perkataan orang yang dicintai dan mendengarkannya dengan sungguh-sungguh

Salah satu tanda cinta adalah senantiasa memperhatikan perkataan orang yang dicintai dan mendengarkannya. Hatinya senantiasa ada untuk mendengarkan perkata orang yang dicintai.

6. Mencintai tempat tinggal orang yang dicintai

Salah satu tanda cinta adalah mencintai tempat tinggal orang yang dicintai, bahkan mencintai tempat yang disenangi oleh orang yang dicintai.

Sebagaimana ungkapan sebuah syair yang disebutkan dalam kitab Raudhatul Muhibbin:
Kulewati malam dari satu rumah ke rumah lain
Kuraba setiap permukaan dinding ke dinding lain
Mencintai tempat tinggal adalah sebagian dari cinta
Yang lebih penting lagi adalah mencintai penghuninya

7. Segera menghampiri orang yang dicintainya

Salah satu tanda cinta adalah orang yang jatuh cinta segera menghampiri orang yang dicintainya, dia akan menempuh seluruh jalan yang bisa mengantarkannya kepada orang yang dicintainya. Dia terus berusaha agar bisa berdekatan dengan orang yang dicintainya.

Dirinya selalu berusaha mencari jalan menuju kekasihnya, terus bersungguh-sungguh untuk bisa bersua dengan kekasihnya, dan menyukai apapun jalan yang bisa mengantarkannya kepada kekasihnya.

8. Jalan yang dilalui terasa pendek saat mengunjungi orang yang dicintai

Jalan yang dilalui terasa cepat baginya, seakan-akan jalan itu terasa dilipat untuknya.
Sebaliknya, jalan yang ditempuh saat kembali dari orang yang dicintai terasa panjang sekali -meskipun sebenarnya jalan itu pendek.

Dalam sebuah syair disebutkan:
Jika hati ini hendak melihatmu

Seakan-akan jalan panjang itu terlipat

Waktu berputar cepat

Dan tiba-tiba aku berada di hadapanmu

9. Cemburu kepada orang yang cintai

Salah satu tanda cinta adalah perasaan cemburu di dalam hatinya kepada orang yang dicintainya. Rasa cemburu juga bisa bangkit jika orang yang dicintainya disakiti, dirampas haknya, dan diganggu urusannya. Ini merupakan gambaran cemburu yang hakiki dari orang yang sedang jatuh cinta.

10. Rela berkorban untuk mendapatkan keridhaan orang yang dicintai

Salah satu tanda cinta adalah orang yang mencinta rela berkorban untuk mendapatkan keridhaan orang yang dicintainya, semampu yang bisa dia lakukan.

Dalam masalah ini, Ibnu Qayyim Al-Jauziyah dalam Raudhatul Muhibbin menyebutkan tiga keadaan orang yang jatuh cinta:

  1. Pada awalnya, pengorbanan yang dilakukan terasa berat dan membebani.
  2. Jika perasaan cinta semakin kuat, maka pengorbanan akan dilakukan dengan sukarela dan senang hati.
  3. Jika cinta itu tertanam kuat di dalam hati, maka pengorbanannya sudah menjadi tuntutan dan permintaan yang seakan-akan harus dipenuhi dari orang yang dicintainya. Bahkan, dia rela mengorbankan nyawanya sekalipun, demi membela orang yang dicintainya

Sumber: Tanda-Tanda Orang yang Sedang Jatuh Cinta

Sensitivitas: Tanda Allah Masih Mencintai Kita

Sensitivitas perasaan yang tak mudah diasah, ia hanya akan lahir dari jiwa-jiwa yang selalu mengasahnya.

Sebentuk rasa bersalah, setelah melakukan dosa, berujung pada penyesalan. “Ya Allah begitu dhaifnya diri ini, tembok pertahanan yang selama ini kokoh dan menjulang tinggi, dengan tiba-tiba hancur, jatuh berkeping tak sedikit pun tersisa” sebegitu kuatkah gelombang tsunami dosa yang telah ku lakukan? Melalaikan dari mengingatMu, melalaikan dari bermunajat padaMu.

Alhamdulillah, bersyukurlah ketika sebentuk narasi di atas masih menendang diri kita dengan kuat memojok di gawang penyadaran akan dosa dan kelalaian yang telah kita lakukan. Ibarat sungai maka dosa-dosa yang kita lakukan dengan sendirinya mengalir, mengitari ritme kehidupan yang kita jalani. Tak banyak orang yang mampu menyadari bahwa sesaat dalam perjalanan hidup ini ia telah melakukan dosa, telah melalaikan hatinya dari mengingat Allah, telah mencari uzur untuk berhenti sejenak mengiringi jalannya kebaikan, maka kincir kesadaranlah yang mampu membuat aliran sungai itu berubah, menjadi sebentuk energy untuk bangkit, bangkit dari kubangan dosa, berputar kembali dengan ritme yang lebih pasti: ritme kebenaran. Maka sensitivitas lah yang diperlukan, karena dengannya kita akan segera tersadar kalau-kalau kaki ini telah membelok menuju kemaksiatan, kita pun akan berhenti dan kemudian mencari arah yang berlawanan agar hidup ini tetap dalam naungan Allah, dengan sensitivitaslah, kita akan sadar bahwa sedikit hati ini telah lalai dariNya.Maka karena itulah kita harus bangkit dan berjalan pada alur yang seharusnya. Sesungguhnya, sensitivitas itu adalah sebuah rahmat yang tidak diberikan Allah kepada semua orang, sensitivitas itu hanya akan lahir dari diri yang selalu menjalin hubungan yang mesra denganNya. Pada akhirnya sensitivitas itu adalah signal kalau Allah masih mencintai kita.

Beberapa Tanda Allah Mencintai Seorang Hamba

1. Allah akan menjaganya dari dunia.

Bila Allah mencintai seorang hamba maka Allah akan menjaganya, Allah jaga dia dari dunia yang melalaikannya, Allah jaga ia dari dosa yang akan menghancurkan kehidupannya. Maka dalam setiap detik perjalanan waktu Allah lah yang seharusnya menjadi tujuan kita. Bukan dunia apalagi hanya sekadar kepuasan sesaat. Nabi bersabda:

“Sesungguhnya Allah akan menjaga hambaNya yang beriman – dan Dia mencintaiNya- seperti kalian menjaga makanan dan minuman orang sakit (di antara) kalian, karena kalian takut pada (kematian)nya.”(HR. Al Hakim, Ibnu Abi ’Ashim dan Al Baihaqi).

Allah juga berfirman dalam QS. Al An’am 44:

Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami-pun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa.” (QS. Al An’am 44)

2.  Keshalihan

Ketika Allah mencintai seorang hamba maka Allah akan memberikan kekuatan kepadanya untuk menjadi hamba yang shalih, Allah mudahkan ia untuk berbuat kebaikan, maka ibarat perjalanan keshalihan akan muncul dalam diri seseorang setahap demi setahap, maka ketika kita telah menemukan titik awal kesalehan, jangan hanya berhenti di situ, tapi tetaplah berjuang

Karena itu barulah tanda awal Allah mencintai kita, maka terus berjuang untuk menjadi lebih saleh adalah langkah untuk mendapatkan sepenuhnya cinta Allah

Allah memberikan dunia pada yang Dia cintai dan yang Dia benci. Tetapi Dia tidak memberikan (kesadaran ber) agama, kecuali kepada yang Dia Cintai. Maka barang siapa diberikan (kesadaran ber) agama oleh Allah, berarti ia dicintai olehNya.” (HR. Imam Ahmad, Al Hakim dan Al Baihaqi)

3.   Memahami Agama

Ketika seorang hamba dicintai Allah maka Allah akan memudahkannya dalam memahami agama, karena cinta Allah adalah bentuk kausalitas dari kecintaan yang mendalam seorang hamba kepada Allah, sejatinya Allah lah yang akan memberikan penerangan dalam hatinya, sehingga setiap ilmu yang dipelajari akan mudah dipahami dan diamalkan.

4.  Sulit Melakukan Maksiat

Di antara tanda Allah mencintai hambaNya ialah kesulitan melakukan maksiat. Ia tidak akan bisa melakukan maksiat, dan jika ia terbiasa melakukan maksiat, maka ia akan merasakan itu sangatlah sulit sehingga ia tidak bisa melakukan itu. Itu tanda cinta Allah. Sebagaimana kisah dari sang Manusia Super Rasulullah SAW, Allah yang memalingkan Baginda untuk tidak datang ke pesta malam dengan cara memberikan nikmat kantuk dan tertidur di perjalanan.

5. Husnul Khatimah

Di antara tanda Allah mencintai hambaNya adalah, Dia menutup umurnya dengan amal shalih. Tidak semua manusia yang mendapatkan kenikmatan ini. Sebagian manusia menghabiskan umurnya dalam ketaatan, tetapi mati dalam keadaan bermaksiat kepada Allah.

Abu Bakar berkata: “Jika satu kakiku di dalam surga, dan kaki yang lain di luar surga, maka aku belum aman”

Jika kita melakukan maksiat, takutlah pada kematian, dan hati-hatilah kalau kita mati dalam keadaan melakukan maksiat.

Rasul Bersabda: “Jika Allah mencintai seorang hamba, Dia akan memaniskannya”

Sahabat bertanya: “Apa itu memaniskannya ya Rasulullah?”

Ia berkata: “Dia akan memberi ia petunjuk untuk melakukan kebaikan saat menjelang ajalnya, sehingga tetangga akan meridhainya-atau ia berkata- orang sekelilingnya” (HR. Al Hakim)

Demikianlah ketika Allah mencintai kita, maka kita harus menyadari bahwa Kita hanyalah manusia biasa, bukan malaikat yang tak memiliki hawa nafsu. Kita adalah manusia, makhluk dinamis yang tak pernah puas dengan keadaan, maka dalam rute perjuangan hidup itu hawa nafsu adalah musuh terberat kita, karena pada hakikatnya ia menyatu dengan diri, yang ketika dikelola akan memberikan energy positif untuk perubahan, namun ketika ia diperturutkan , maka nafsu itulah yang akan menghancurkan kita.

Terakhir, lawanlah hawa nafsu itu tetaplah berjuang untuk sensitive, terhadap pemuasannya yang pada akhirnya mengantarkan kita pada dosa. Selamat berjuang semoga Allah selalu bersama kita.

Sumber: Sensitivitas: Tanda Allah Masih Mencintai Kita

Tips Agar Dicintai Rasul: Witing Tresno, Jalaran Soko Kulino

“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kalian untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya”. (QS. Al-Ahzab: 56)

Ada yang sudah pernah mendengar pepatah Jawa di atas? Atau seperti pernah mendengar, tapi tidak tahu maksud dan artinya. Ya, beberapa mungkin mengalami hal yang sama dengan saya. Pepatah Jawa kuno ini santer terdengar di telinga saya, yang notabene orang Jawa, tapi tidak bisa saya paparkan apa maknanya. Terakhir, saya baru mendengar lagi istilah ini di sebuah diskusi keislaman waktu itu. Lalu, darinya saya terinspirasi menuliskan ini sebagai bahan artikel, dengan harapan bermanfaat bagi para pecinta sejati Rasulullah. Lho, apa hubungannya dengan cinta Rasul? Penasaran??? Lanjutkan membaca.

“Witing Tresno Jalaran Soko Kulino” adalah sebuah ungkapan dalam bahasa Jawa, yang kalau diartikan dalam Bahasa Indonesia artinya menjadi “Cinta tumbuh karena terbiasa”. Memang kalau dipahami maksudnya, akan bisa dimengerti bahwa cinta itu akan bisa tumbuh karena terbiasa. Terbiasa bertemu, terbiasa bersama-sama, terbiasa berkomunikasi. Kalaupun mungkin pada awalnya cinta itu belum tumbuh, tetapi karena sering bertemu dan sering bersama-sama akhirnya cinta itupun mulai tumbuh. Rupanya ungkapan ini tidak melulu didominasi urusan cinta. Ungkapan ini bisa juga pas untuk hal-hal yang lain. Seperti yang akan kita bahas kali ini.

Siapa yang tidak ingin dicintai Rasulullah? Saya yakin, setiap manusia memiliki mimpi besar untuk duduk berdampingan dengan Rasulullah. Mendengar sirah-sirahnya yang gagah, perawakannya yang sempurna, akhlaknya yang mulia, juga life style nya yang penuh harmoni, siapa yang tak menginginkan perjumpaan dengannya? Jadi teringat sebuah lagu. Kalau mendengarkan ini…. ah, tak kuasa membendung rindu

Hatinya suci mulia

Pribadinya agung tak ternoda

Penghuni langit dan bumi cinta kepadanya

Karena ia kekasih Tuhannya

Musuh pun tak kuasa membencinya

Jasad mereka menentang

Namun hati mereka

Mengakui keagungan pribadinya

Karena akhlaknya begitu indah

Seindah keindahan yang terindah

            Ya, cinta tumbuh karena sering berjumpa, bersama. Namun, kita tidak mungkin bisa bersama Rasulullah saat ini. Kita tidak bisa memandang wajah tampannya yang tiada tandingan. Juga tidak bisa melihat kesehariannya yang penuh amalan kebaikan. Tidak bisa menyaksikan kegagahannya saat perang. Tapi, begitulah sosok Rasulullah. Walaupun tak pernah bersua, rindu itu membara saat membaca mozaik-mozaik sirahnya. Cinta itu membuncah saat terbesit namanya, “Allahumma Shalli Wa Sallim Wa Barik ‘Alaih”.

Shalawat. Ya, shalawat adalah salah satu media komunikasi dengan Rasulullah. Dengannya, ia mengenali umatnya yang rajin menyapanya. Dalam bahasa yang sederhana, begitulah cara kita memikat hati dan mencuri pandang perhatian Rasulullah. Dengannya pula, kado ‘doa keselamatan’ akan terus membanjiri pundi-pundi syafaatnya. Hingga tiba saatnya pundi-pundi itu penuh, sesak, dan terpilihlah mereka yang bersungguh-sungguh bershalawat kepadanya, lalu tersingkirlah mereka yang tidak lebih baik dari umat-umat pilihannya itu. Syafaat yang khusus diberikan kepada Rasulullah SAW adalah syafaat yang terbesar yang terjadi pada hari kiamat.

Tatkala manusia dirundung kesedihan dan bencana yang tidak kuat mereka tahan, mereka meminta kepada orang-orang tertentu yang diberi wewenang oleh Allah untuk memberi syafaat. Mereka pergi kepada Nabi Adam, Nuh, Ibrahim, Musa, dan Isa. Tetapi mereka semua tidak bisa memberikan syafaat hingga mereka datang kepada Nabi saw, lalu beliau berdiri dan memintakan syafaat kepada Allah, agar menyelamatkan hamba-hamba-Nya dari azab yang besar ini. Allah pun memenuhi permohonan itu dan menerima syafaatnya. Ini termasuk kedudukan terpuji yang dijanjikan Allah di dalam firman-Nya:

حْمُودًا مَقَامًا رَبُّكَ يَبْعَثَكَ أَن عَسَى لَّكَ نَافِلَةً بِهِ فَتَهَجَّدْ اللَّيْلِ وَمِنَ

“Dan pada sebagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu: mudah-mudahan Tuhanmu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.” (Al-Israa’:79)

Shalawat sudah seharusnya menjadi rutinitas yang tidak terpisahkan dari kehidupan kita. Saat kita sedang di angkot (angkutan kota), menunggu bus di halte, jalan-jalan, memasak, mencuci, dll hadirkanlah shalawat untuknya. Jadikan ia sebagai hadiah istimewa untuk mengungkapkan betapa dalam rindu dan cinta yang kau persembahkan untuknya. Pasalnya, shalawat adalah amalan ringan tapi pahalanya besar. Sangat disayangkan kalau kita tak segera memburunya. Agar kita semakin termotivasi untuk bershalawat, berikut ini paparan fadhilah shalawat kepada Rasulullah:

1. Barangsiapa bershalawat kepada Nabi Muhammad satu kali, maka Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali shalawat.

Hal ini berdasarkan hadits shahih berikut ini:

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda:

مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلَاةً وَاحِدَةً صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ عَشْرًا

“Barangsiapa yang mengucapkan shalawat kepadaku satu kali, maka Allah mengucapkan shalawat kepadanya 10 kali.” (HR. Muslim no. 408)

َلَّى اللهُ عَلَيْهِ عَشْرَ صَلَوَاتٍ وَحُطَّتْ عَنْهُ عَشْرُ خَطَيَاتٍ وَرُفِعَتْ لَهُ عَشْرُ دَرَجَاتٍ

“Barangsiapa yang bershalawat kepadaku satu kali, maka Allah bershalawat kepadanya 10 kali shalawat, dihapuskan darinya 10 kesalahan, dan ditinggikan baginya 10 derajat.” (HR. an-Nasa’i, III/50 dan dinyatakan Shahih oleh Syaikh al-Albani)

2. Barangsiapa bershalawat kepada Nabi sepuluh kali di pagi hari dan sepuluh kali di sore hari, maka ia berhak mendapatkan syafa’at Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam pada hari kiamat.

Hal ini berdasarkan hadits shahih berikut ini:

Dari Abu Ad-Darda Radhiyallaahu ‘anhu, bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda:

مَنْ صَلَّى عَلَيَّ حِينَ يُصْبِحُ عَشْرًا وَحِينَ يُمْسِي عَشْرًا أَدْرَكَتْهُ شَفَاعَتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ

“Barangsiapa yang bershalawat kepadaku di pagi hari 10 kali dan di sore hari 10 kali, maka dia akan mendapatkan syafaatku pada hari kiamat.” (HR. ath-Thabrani dan dinyatakan Basan oleh Syaikh al-Albani dalam kitab Shahihul Jami’).

3. Bershalawat kepada Nabi Muhammad merupakan salah satu sebab terkabulnya doa.

Hal ini berdasarkan hadits shahih berikut ini:

Dari Anas bin Malik Radhiyallaahu ‘anhu, bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda:

كُلُّ دُعَاءٍ مَحْجُوبٌ حَتَّى يُصَلِّي عَلَى النَّبِيِّ

“Setiap doa tertutup (terhalang dari pengabulannya, pent) hingga ia bershalawat kepada Nabi Shallallaahu ‘alaihi wasallam.” (HR. ad-Dailami dan dinyatakan Hasan oleh Syaikh al-Albani).

Dan juga Berdasarkan hadits Fadholah bin ‘Ubaid Radhiyallaahu ‘anhu, ia berkata, “Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam mendengar seorang laki-laki berdoa dalam shalatnya lalu tidak bershalawat kepada Nabi Shallallaahu ‘alaihi wasallam. Maka beliau bersabda, “Orang ini tergesa-gesa.” Kemudian beliau memanggil dan berkata kepadanya:

إِذَا صَلَّى أَحَدُكُمْ فَلْيَبْدَأْ بِتَحْمِيدِ اللهِ وَالثَّناءِ عَلَيْهِ ثُمَّ لْيَصَلِّ عَلَى النَّبِيِّ ثُمَّ لْيَدْعُ بِمَا شَاءَ

“Apabila salah seorang dari kalian berdoa, maka hendaklah dia memulainya dengan memuji Allah dan mengagungkan-Nya, kemudian bershalawatlah kepada Nabi, lalu berdoa lah dengan apa yang dia kehendaki.” (HR. at-Tirmidzi, Abu Dawud, an-Nasa’i, dan dinyatakan Shahih oleh Syaikh Muqbil bin Hadi Al-Wadi’i dalam al-Jami’ ash-Shahih, II/124).

Banyak lagi keuntungan yang bisa kita dapatkan dari shalawat. Tapi shalawat saja tidak cukup untuk menjadi sosok yang dicinta Rasulullah. Shalawat hanya salah satu amalan sunnah yang direkomendasikan Rasulullah. Selebihnya, gencarlah meneladani sunnah-sunnah beliau. Mulai dari cara beliau tidur, makan, hingga taktik jitunya dalam memenangkan perang. Demikianlah tips ala “Witing Tresno Jalaran Soko Kulino” yang bisa saya bagikan. Semoga semakin semangat berebut cinta dan syafaatnya.

Salam Mujahidah Pena.

Sumber : Tips Agar Dicintai Rasul: Witing Tresno, Jalaran Soko Kulino